Pendidikan di Indonesia bukannya
semakin lama semakin membaik, malah tambah memburuk. Kita ambil contoh pada
waktu lalu, ada seorang guru yang di penjara karena mencubit siswa nya. Mental
anak zaman sekarang menurut saya adalah mental kerupuk. Manja, dikit-dikit
ngadu ke orang tuanya. Gimana tidak, cubit sedikit ngadu. Jewer sedikit, ngadu.
Guru disalahin. Lapor polisi. Terus penjara.
Yelah bro, kalian yang lahir di
tahun 2005 ke atas nggak pernah ngerasain gimana kita yang hidup di tahun
90-an. Yang namanya sapu, penggaris, rotan sudah biasa mampir ke badan kami. Tapi
kami nggak mewek seperti kalian. Jika kami ngadu ke ortu, bukan di bela, tapi
di tambah lagi hukumannya.Kami nggak ngadu ke ortu terus lapor polisi. Kami
bukan mental kerupuk. Kami tau tujuan guru seperti itu adalah untuk mendidik
siswa nya agar menjadi orang yang benar. Guru seperti itu tidak jahat, justru guru seperti itu bukti bahwa mereka
sayang terhadap murid nya. Mereka tidak mau murid-muridnya menjadi orang yang
tidak punya etika. Jika kalian yang beragama islam pasti tau bahwa memukul anak
itu diperbolehkan tapiiiiii...... sifatnya mendidik bukan melukai.
Di zaman sekarang ini, siswa
seenaknya berprilaku terhadap guru bahkan orangtua. Mereka seolah-olah tidak
pernah diajarkan bersikap hormat sama yang lebih tua. Giaman tidak, siswa
sekarang merasa aman karena meraka seakan2 di lindungi dengan yang nama nya HAM
dan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). 2 lembaga itulah yang menjadi
tameng si anak.
Kenapa anak sekarang bisa
berprilaku demikian ?? Jawabanya kembali lagi kepada Tontonan mereka. Liat saja
acara tv zaman sekarang. Mereka lebih mementingkan ratting ketimbang kualitas.
Ada yang tentang cinta2an lah, sampe melakukan apa yang tidak pantas dilihat
oleh anak2. Anak2 itu sangat rentan terhadap apa yang mereka liat. Mereka
cenderung mengikuti dan mencotoh apa yang mereka tonton. Liat anak zaman
sekarang, masih sd saja sudah ada yang hamil lah, melawan orangtua lah, anarkis
terhadap teman. Itu semua di akibatkan oleh tontonan yang tidak berkualitas. Oh
tapi kan sudah ada peringatan tentang siapa yang berhak menonton, seperti lambang
D yang artinya dewasa atau SU yang artinya semua umur. Hayyyyy... para penguasa
negeri ini, apakah kalian bisa menjamin bahwa seluruh rakyat indonesia
mengikuti nya. Kalian memblokir kartun2 dengan alesan ini itulah. Tapi kalian
membiarkan film yang bertema cinta2an, tawuran, geng dll. Jadi kalian jangan
menyalahkan sepenuhnya terhadap anak jika ada nya tawuran, hamil dll. Liat
sumbernya. Mereka bisa begitu pasti ada yang mereka contoh. Siapa lagi kalo
bukan acara TV....
Kalian gimana mau menjadi penerus
bangsa jika mental kalian seperti itu. Kalian gimana akan membela negara ini
jika suatu saat negeri ini di serang. Kalian saja baru di cubit sudah nangis
dan lapor. Giamana kalo suatu saat yang kalian hadapi musuh. Ayolah para
penurus bangsa jangan menjadi mental kerupuk. Kalian adalah harapan bangsa ini.
Ada pematah mengatakan bahwanya
guru adalah PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Gimana tidak di katakan pahlawan, mereka
rela di gaji sedikit hanya untuk memperbaiki moral dan akhlak siswa nya. Tetapi
kita liat artis zaman sekarang. Mereka di gaji begitu mahal hanya untuk merusak
penerus bangsa ini.
Harapan saya adalah semoga
pendidikan di Indonesia semakin membaik. Karena kepada siapa lagi kita
menyerahkan bangsa ini kalo buka kepada kalian.
Mohon maaf bila ada kata-kata yang
kurang berkenan di hati, terima kasih telah membacanya. Ini adalah curahan hati
saya tentang pendidikan di Indonesia. Kenapa saya bisa berbicara seperti ini,
karena kedua orang tua saya adalah guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar