Jumat, 24 Juni 2016

Antara Hukum Tuhan dan Hukum Manusia

Suatu hari ada percakapan unik antara seorang Pemuda dan seorang Awam. Tatkala seorang Pemuda memberi komentar tentang Hukum dan mengatakan bahwa “Jika di negara ini di tegakan hukum Tuhan, pasti akan damai dan sejahtera.”. Sontak ada seorang awam membalas komentar nya dan berkata,

Awam      : Jika anda ingin melaksanakan hukum Tuhan, silahkan pergi ke Timur Tengah atau negara  arab. Disini adalah negara demokrasi.  Bukan disini tempatnya untuk menegakan hukum Tuhan.
Pemuda    : Kenapa saya yang harus pergi. Kenapa bukan anda saja yang pergi dari negara ini ?
Awam      : Kenapa jadi saya ? (dengan nada keras)
Pemuda    : Wahai sahabatku, apakah anda setuju bahwa negara ini berada di bumi ?
Awam      : Ya sudah jelas lah saya setuju. Pertanyaan macam apa itu
Pemuda    : Jika begitu, pasti anda juga tau siapa pencipta bumi ini ?
Awam      : Pencipta bumi ini sudah jelas Tuhan. Masa bumi ini ada dengan sendirinya. Sungguh tak masuk akal.
Pemuda    : Jika anda tau bahwa Tuhan pencipta bumi ini, kenapa anda tidak setuju dengan hukum   Tuhan ?
Awam      : Kan yang tinggal di bumi ini kita bukan Tuhan
Pemuda    : Oke . Dimana rumah mu wahai sahabat ku ?
Awam      : Rumah saya berada disana. Mengapa anda menanyakan rumah saya. Apa yang anda hendak lakukan ?
Pemuda    : Saya ingin tinggal sementara di rumah anda. Boleh kah ?
Awam      : Untuk apa ?
Pemuda    : Hanya sekedar untuk mengetahui apa kegiatan anda dirumah dan untuk menjalin silaturrahim...
Awam      : Oke baik lah kalo begitu. Tapi hanya untuk beberapa hari saja.


Keesokan harinya pemuda itu datang kerumah orang awam. rumahnya sungguh mewah, bertingkat 2, di kelilingi pagar yang begitu tinggi dan ada pengawalnya..


Pemuda    : Wah rumah anda begitu mewah, tidak seperti rumah ku yang sederhana
Awam      : Ya begitulah. Kamar anda berada disini. Dirumah ini ada peraturannya. Tidak boleh sembarangan. Jika anda melanggar saya hukum anda.
Pemuda    : Baik saudara ku.

Orang awam pun menjelaskan aturan-aturannya secara rinci. Dan keesokannya si pemuda melihat se ekor anak anjing yang sedang bermain. Dan diapun menghapiri nya dan memberi makan andak anjing tersebut. Tak di sangka, pemilik rumah melihatnya

Awam      : Apa yang anda lakukan dengan binatang peliharaan saja. Bukankah sudah saya jelaskan bahwa tidak boleh dekat dekat. Apa lagi memberi makan yang tidak jelas.
Pemuda    : Makanan yang tidak jelas ? Bukan kan semua makanan sama saja.
Awam      : Ya jelas beda, anjing ini punya makanan khusus. Tidak sembarangan makanan yang bisa dia konsumsi. Ini anjing mahal. Karena anda telah melanggar peraturan, anda saya hukum untuk membersihkan rumah saya.
Pemuda    : Maafkan saya saudara ku. Jangan hukum saya.
Awam      : Jika anda tidak mau di hukum, silahkan pergi dari rumah saya.


Pemuda tadi akhirnya memilih untuk pergi dari rumah si orang awam. Sebelum dia pergi, dia menasehati orang awam tersebut.


Pemuda    : Wahai saudara ku, masih ingat kah percakapan kita tentang hukum Tuhan. Sama seperti ini. Di ibaratkan bumi ini adalah rumah mu. Dan Tuhan adalah engkau(pemilik rumah). Dan aku adalah manusia yang tinggal di bumi. Aku menumpang tinggal di rumah mu sementara, dan aku melakukan kesalahan yang tidak engkau sukai. Engkau menghukumku tapi aku tidak mau menuruti hukuman mu itu. Dan engkau lebih memilih mengusirku dari rumah mu ketimbang memaafkan ku.  Ingat saudara ku, kau tinggal di bumi. Bumi ini milik Tuhan. Tapi engkau tidak mau mengikuti peraturan dan humum Nya. Jika Tuhan mau, bisa saja Tuhan mengusir mu dari bumi ini dan menyuruh engkau pergi ketempat dimana tempat itu bukan milik Tuhan. Mau kemana engkau hendak pergi ?? Seluruh alam semesta ini yang punya adalah Tuhan. Ingat,, kita tinggal dibumi hanya sementara. Jika engkau ingin hidup damai dan sejahtera, ikuti aturan dan hukum pemilik alam semesta ini...

Orang Awam itu terperangah dan meneteskan air mata. Lalu dia meminta maaf kepada pemuda tersebut.

Dari kisah ini dapat disimpulkan bahwa, se adil-adilnya hukum manusia, pasti ada kesalahan. Hukum yang paling adil di dunia ini adalah Hukum Tuhan. Tuhan tau apa yang terbaik untuk hamba Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar