Kamis, 29 Mei 2014

Manusia dan Tanggungjawab Serta Pengabdian





Film The Grandmaster - Ip Man 3 - China adalah salah satu pemasok film – film berkualitas yang yang tak kalah dengan drama Korea, Jepang dan Thailand untuk benua Asia. Film Mandarin adalah sebutan film yang mengusung para aktor dan aktris China, tentunya juga yang diproduksi di China. Banyak sekali Film Mandarin yang mengandung filosofis tinggi, selain adanya romantisme cinta sebagai hiasan. Kali ini kita akan dihadapkan pada sebuah film Mandarin terbaru yang berjudul The Grandmasters – IP Man 3. Mungkin anda sudah bisa menebak alur dari film ini, tapi menurut kami anda belum sepenuhnya mengetahui alur film yang ada didepan anda sebelum anda menyimak resensi dan Sinopsis Film The Grandmasters – IP Man 3. Untuk itu kami mengajak anda guna meluangkan waktu untuk menyimak artikel ini.
Okay langsung saja tidak usah berpanjang lebar, mari kita kupas bersama – sama seperti apa isi yang tersirat dan tersurat dari film ini. Karena film ini memang benar – benar menarik untuk dibahas dan ditonton. Kami ucapkan selamat menyimak artikel review dan sinopsis film The Grandmasters – IP Man 3.
Film The Grandmasters adalah sekuel dari Film IP Man 1 dan 2 yang sebelumnya telah diperankan oleh Donnie Yen. Film yang menceritakan perjalanan hidup seorang ahli kungfu Wing Chun ini di sekuel IP Man 3 ini akan diperankan oleh Tony Leung dan Zhang Ziyi. Sutradara besar film – film Mandarin Wong Kar Wai ditunjuk untuk mengarahkan film mandarin terbaru ini.  Film yang berdurasi 108 menit ini telah rilis di China tanggal 8 Januari 2013. Film tentang Ip Man yang merupakan guru beladiri dari aktor mandarin Bruce Lee ini memang selalu menarik untuk ditonton. Dalam film terbaru ini, Wong Kar Wai dipercaya menjadi sutradara.
Sutradara : Wong Kar Wai
Produser : Wong Kar Wai, Jacky Pang Yee Wah
Penulis Naskah : Wong Kar Wai, Xu Haofeng, Jingzhi ZouPemain : Tony Leung, Zhang Ziyi, Song Hye Kyo, Chang Chen, Leung Siu-Lung, Wang Qingxiang
Genre : Action
Studio : Annapurna Pictures
Tanggal Rilis Perdana : 8 Januari 2013

Film The Grandmasters ini bercerita perihal semakin populernya seni bela diri di China pada tahun 1930-an. Penduduk China berbondong-bondong berlatih bela diri di beragam perguruan di seluruh penjuru China. Di tempat Foshan lalu, di China sisi selatan, kepopuleran ilmu bela diri juga merambah penduduknya.
Dikarenakan semakin banyaknya perguruan serta pakar beladiri, maka diadakanlah persaingan bela diri anta beberapa pakar ( Master ). Beberapa master tersebut dilarang meninggalkan arena pertandingan, apalagi untuk makan atau istirahat, sebelum saat pertandingan berakhir.
IP Man, seorang pemuda kaya yang mempunyai bakat luar biasa didalam ilmu bela diri, tetapi terus rendah hati serta tidak sombong walau mempunyai itu semua.
Sampai satu hari, IP Man terjerat didalam persaingan tersebut serta seluruh pemirsa terkagum-kagum lihat keahlian bela diri yang dimilikinya. Pada satu hari, berlangsung pembunuhan terhapad seorang tuan tanah kaya raya di tempat Foshan tersebut, yang bikin beberapa master bela diri yang ikuti persaingan tersebut ( terhitung IP Man ) mesti terlibat didalam problem itu. Siapakah pembunuh tuan tanah tersebut serta bagaimana akhir dari film The Grandmasters ini.
Ip man tetap bersikukuh atau mengabdi untuk terus mengembangkan bela diri wing chun walaupun rintangan yang akan di hadapi begitu berat. Banyak pesaing-pesaing dari perguruan lain yang harus dia lewati satu persatu untuk mendapatkan sebuah pengakuan. Ip man sangat bertanggungjawab. Pada cerita sebelumnya yaitu ip man 1, ip man rela di penjara dan berani menerima tantangan jendral kekaisaran jepang yang kala itu sedang menduduki china. Ip man berani menerima tantangan tersebut karena dia ingin warga foshan bebas tak terjajah lagi. Akhirnya dia dapan mengalahkan kekaisaran jepang tetapi ip man di tembak oleh anak buah jendralnya karena tak terima jendralnya kalah.

A. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja mauun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan mengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B. MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:
  • Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiapp orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya sendiri. Contohnya: Rudi membaca sambil berjalan. Meskipun sebentar-bentar ia melihat ke jalan tetap juga ia lengah dan terperosok ke sebuah lubang. Ia harus beristirahat diruma beberapa hari. Konsekuensi tinggal dirumah beberapa hari merupakan tanggung jawab ia sendiri akan kelengahannya.
  • Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Contohnya: Dalam sebuah keluarga biasanya memiliki peraturan-peraturan sendiri yang bersifat mendidik, suatu hal peraturan tersebut dilanggar oleh salah satu anggota keluarga. Sebagai kepala keluarga (Ayah) berhak menegur atau bahkan memberi hukuman. Hukuman tersebut merupakan tanggung jawab terhadap perbuatannya.
  • Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi denhan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Contohnya: Safi’i terlalu congkak dan sombong, ia mengejek dan menghina orang lain yang mungkin lebih sederhana dari pada dia. Karena ia termasuk dalam orang yang keya dikampungnya. Ia harus bertanggung jawab atas kelakuannya tersebut. Sebagai konsekuensi dari kelakuannya tersebut, Safi’i dijauhi oleh masyarakat sekitar.
  • Tanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa setiiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertinggah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara. Contohnya: Dalam novel “Jalan Tak Ada Ujung” karya Muchtar Lubis, Guru Isa yang terkenal sebagai guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, kali perbuatan itu diketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.
  • Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mngisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingati oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukannya maka Tuhan akan melakukan kutukan. Contohnya: Seorang muslim yang taat kepada agamanya maka ia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan kepada Tuhan. Karen ia menghindari hukuman yang akan ia terima jika tidak taat pada ajaran agama.
C. PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
a) Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab.
MACAM-MACAM PENGABDIAN
  • Pengabdian Kepada Agama/Tuhan
  • Pengabdian Kepada Negara/Bangsa
  • Pengabdian Kepada Masyarakat
CONTOH DARI PENGABDIAN
Seseorang yang mengabdikan diri kepada Negara menjadi seorang guru bukan semata-mata karena uang, pangkat atau jabatan yang dimilikinya melainkan karena rasa simpati dan keinginan yang besar untuk dapat membantu mendidik putra-putri kita agar menjadi penerus Bangsa yang hebat berguna bagi Bangsa sendiri maupun Bangsa lain.
(b) Pengorbanan
Pengorbanan berasak dari kata korban atau kurnam yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
MACAM-MACAM PENGORBANAN
  • Pengorbanan Tehadap Tuhan/Agama
  • Pengorbanan Terhadap Bangsa/Negara
  • Pengorbanan Terhadap Masyarakat
  • Pengorbanan Terhadap Keluarga
  • Pengorbanan Terhadap Diri Sendiri
AKIBAT DARI PENGORBANAN
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, dan kapa saja diperlukan.
CONTOH DARI PENGORBANAN
Pangeran Sidharta Gautama dari Kapilawastu diharapkan oleh ayahnya untuk kemudian menggantikan kedudukannya sebagai raja. Tetapi, Pangeran tersebut lebih tertatik pada kehidupan pertapa untuk memperoleh penerangan agung bagaimana caranya manusia dapat membebaskan dirinya dari sengsaa melalui pelepasan dan mencapai kehidupan abadi di sorga. Ia mengorbankan kehidupannya yang mewah duniawi dalam istana, ia mengorbankan kepentingan keluarganya, karena memandang bahwa kepentingan umat manusia perlu didahulukan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar