Film The Grandmaster - Ip Man 3 - China adalah salah satu pemasok film – film berkualitas yang yang tak kalah
dengan drama Korea, Jepang dan Thailand untuk benua Asia. Film Mandarin adalah
sebutan film yang mengusung para aktor dan aktris China, tentunya juga yang
diproduksi di China. Banyak sekali Film Mandarin yang mengandung filosofis
tinggi, selain adanya romantisme cinta sebagai hiasan. Kali ini kita akan
dihadapkan pada sebuah film Mandarin
terbaru yang berjudul The Grandmasters – IP Man 3. Mungkin anda
sudah bisa menebak alur dari film ini, tapi menurut kami anda belum sepenuhnya
mengetahui alur film yang ada didepan anda sebelum anda menyimak resensi dan
Sinopsis Film The Grandmasters – IP Man 3. Untuk itu kami mengajak anda guna
meluangkan waktu untuk menyimak artikel ini.
Okay
langsung saja tidak usah berpanjang lebar, mari kita kupas bersama – sama
seperti apa isi yang tersirat dan tersurat dari film ini. Karena film ini
memang benar – benar menarik untuk dibahas dan ditonton. Kami ucapkan selamat
menyimak artikel review dan sinopsis film The Grandmasters – IP Man 3.
Film
The Grandmasters adalah sekuel dari Film IP Man 1 dan 2 yang sebelumnya telah
diperankan oleh Donnie Yen. Film yang menceritakan
perjalanan hidup seorang ahli kungfu Wing
Chun ini di sekuel IP Man 3 ini akan diperankan oleh Tony
Leung dan Zhang Ziyi. Sutradara besar
film – film Mandarin Wong Kar Wai ditunjuk untuk
mengarahkan film mandarin terbaru ini. Film
yang berdurasi 108 menit ini telah rilis di China tanggal 8 Januari 2013. Film
tentang Ip Man yang merupakan guru beladiri dari aktor mandarin Bruce Lee ini
memang selalu menarik untuk ditonton. Dalam film terbaru ini, Wong Kar Wai dipercaya menjadi
sutradara.
Sutradara :
Wong Kar Wai
Produser :
Wong Kar Wai, Jacky Pang Yee Wah
Penulis Naskah :
Wong Kar Wai, Xu Haofeng, Jingzhi ZouPemain : Tony Leung, Zhang
Ziyi, Song Hye Kyo, Chang Chen, Leung Siu-Lung, Wang Qingxiang
Genre :
Action
Studio :
Annapurna Pictures
Tanggal Rilis Perdana :
8 Januari 2013
Film
The Grandmasters ini bercerita perihal semakin populernya seni bela diri di
China pada tahun 1930-an. Penduduk China berbondong-bondong berlatih bela diri
di beragam perguruan di seluruh penjuru China. Di tempat Foshan lalu, di China
sisi selatan, kepopuleran ilmu bela diri juga merambah penduduknya.
Dikarenakan
semakin banyaknya perguruan serta pakar beladiri, maka diadakanlah persaingan
bela diri anta beberapa pakar ( Master
). Beberapa master tersebut dilarang meninggalkan arena pertandingan, apalagi
untuk makan atau istirahat, sebelum saat pertandingan berakhir.
IP Man,
seorang pemuda kaya yang mempunyai bakat luar biasa didalam ilmu bela diri,
tetapi terus rendah hati serta tidak sombong walau mempunyai itu semua.
Sampai
satu hari,
IP Man terjerat didalam persaingan tersebut serta seluruh
pemirsa terkagum-kagum lihat keahlian bela diri yang dimilikinya. Pada satu
hari, berlangsung pembunuhan terhapad seorang tuan tanah kaya raya di tempat
Foshan tersebut, yang bikin beberapa master bela diri yang ikuti persaingan
tersebut ( terhitung IP Man ) mesti terlibat didalam problem itu. Siapakah
pembunuh tuan tanah tersebut serta bagaimana akhir dari film The Grandmasters
ini.
Ip
man tetap bersikukuh atau mengabdi untuk terus mengembangkan bela diri wing
chun walaupun rintangan yang akan di hadapi begitu berat. Banyak pesaing-pesaing
dari perguruan lain yang harus dia lewati satu persatu untuk mendapatkan sebuah
pengakuan. Ip man sangat bertanggungjawab. Pada cerita sebelumnya yaitu ip man
1, ip man rela di penjara dan berani menerima tantangan jendral kekaisaran
jepang yang kala itu sedang menduduki china. Ip man berani menerima tantangan
tersebut karena dia ingin warga foshan bebas tak terjajah lagi. Akhirnya dia
dapan mengalahkan kekaisaran jepang tetapi ip man di tembak oleh anak buah
jendralnya karena tak terima jendralnya kalah.
A. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung
jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung
segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia
adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,mananggung segala sesuatunya,
atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran
manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja mauun yang tidak di
sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajibannya.
Tanggung
jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia,
bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau
bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu.
Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi
pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Tanggung
jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab
karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula
bahwa pihak lain memerlukan mengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh
atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui
pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
B. MACAM-MACAM TANGGUNG
JAWAB
Tanggung
jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya.
Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:
- Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung
jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiapp orang untuk memenuhi
kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya
sendiri. Contohnya: Rudi membaca sambil berjalan. Meskipun sebentar-bentar ia
melihat ke jalan tetap juga ia lengah dan terperosok ke sebuah lubang. Ia harus
beristirahat diruma beberapa hari. Konsekuensi tinggal dirumah beberapa hari
merupakan tanggung jawab ia sendiri akan kelengahannya.
- Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga
merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan
anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota
keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini
menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan
kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Contohnya: Dalam sebuah
keluarga biasanya memiliki peraturan-peraturan sendiri yang bersifat mendidik,
suatu hal peraturan tersebut dilanggar oleh salah satu anggota keluarga.
Sebagai kepala keluarga (Ayah) berhak menegur atau bahkan memberi hukuman.
Hukuman tersebut merupakan tanggung jawab terhadap perbuatannya.
- Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Pada
hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan
kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia
harus berkomunikasi denhan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian
manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung
jawab tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus
dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Contohnya: Safi’i terlalu congkak dan
sombong, ia mengejek dan menghina orang lain yang mungkin lebih sederhana dari
pada dia. Karena ia termasuk dalam orang yang keya dikampungnya. Ia harus
bertanggung jawab atas kelakuannya tersebut. Sebagai konsekuensi dari
kelakuannya tersebut, Safi’i dijauhi oleh masyarakat sekitar.
- Tanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negara
Suatu
kenyataan lagi, bahwa setiiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu
negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertinggah laku manusia terikat
oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak
dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus
bertanggung jawab kepada negara. Contohnya: Dalam novel “Jalan Tak Ada Ujung”
karya Muchtar Lubis, Guru Isa yang terkenal sebagai guru yang baik, terpaksa
mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa
ini harus pula dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, kali perbuatan itu
diketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.
- Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan
menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk
mngisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan.
Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman Tuhan yang dituangkan
dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari
hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingati oleh Tuhan dan jika dengan
peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukannya maka Tuhan
akan melakukan kutukan. Contohnya: Seorang muslim yang taat kepada agamanya
maka ia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan kepada Tuhan. Karen ia
menghindari hukuman yang akan ia terima jika tidak taat pada ajaran agama.
C. PENGABDIAN DAN
PENGORBANAN
a) Pengabdian
Pengabdian
adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai
perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua
itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa
tanggung jawab.
MACAM-MACAM PENGABDIAN
- Pengabdian Kepada Agama/Tuhan
- Pengabdian Kepada Negara/Bangsa
- Pengabdian Kepada Masyarakat
CONTOH DARI PENGABDIAN
Seseorang yang mengabdikan diri kepada Negara menjadi
seorang guru bukan semata-mata karena uang, pangkat atau jabatan yang
dimilikinya melainkan karena rasa simpati dan keinginan yang besar untuk dapat
membantu mendidik putra-putri kita agar menjadi penerus Bangsa yang hebat
berguna bagi Bangsa sendiri maupun Bangsa lain.
(b) Pengorbanan
Pengorbanan berasak dari kata korban atau kurnam yang
berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung
unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan
atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
MACAM-MACAM PENGORBANAN
- Pengorbanan Tehadap Tuhan/Agama
- Pengorbanan Terhadap Bangsa/Negara
- Pengorbanan Terhadap Masyarakat
- Pengorbanan Terhadap Keluarga
- Pengorbanan Terhadap Diri Sendiri
AKIBAT DARI PENGORBANAN
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian.
Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga
berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada
perjanjian, tanpa ada transaksi, dan kapa saja diperlukan.
CONTOH DARI PENGORBANAN
Pangeran Sidharta Gautama dari Kapilawastu diharapkan
oleh ayahnya untuk kemudian menggantikan kedudukannya sebagai raja. Tetapi,
Pangeran tersebut lebih tertatik pada kehidupan pertapa untuk memperoleh
penerangan agung bagaimana caranya manusia dapat membebaskan dirinya dari
sengsaa melalui pelepasan dan mencapai kehidupan abadi di sorga. Ia
mengorbankan kehidupannya yang mewah duniawi dalam istana, ia mengorbankan
kepentingan keluarganya, karena memandang bahwa kepentingan umat manusia perlu
didahulukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar