Pada suatu hari ada seorang raja yg sangat Agung, sangat di muliakan oleh rakyatnya. Samapi2 semua rakyatnya mengikuti apa semua perintah raja. Raja tersebut bernama Akbar.
Pada suatu ketika sang raja memerintahkan prajurit untuk mengumpulkan semua rakyatnya tanpa terkecuali. Saat sudah berkumpul, sang raja berdiri di singasananya dan berseru dengan lantang. "Saya memerintahkan kalian wahai rakyatku untuk pergi merantau. Agar kalian bisa mencari apa yang tidak bisa kalian dapat disini" Seru sang raja. Sebelum para penduduk berangkat merantau, mereka membuat perjanjian dengan raja. Berapa lama mereka di rantau. Ada yg menyebutkan 10 tahun lamanya. Ada yg 25,48, 50 tahun. Setelah membuat perjanjian mereka satu per satu berangkat dengan di bekali 1 perahu buat 1 orang.
Ada seseorang bernama Fulan. Fulan mulai berangkat untuk merantau. Dia terombang ambing kesana kemari di hempas badai, hujan dan goncangan air laut yang amat dahsyat selama 9 Bulan lamanya. Setelah 9 bulan di perjalanan, si Fulan terdampar disuatu pulau. Disitulah si Fulan memulai kehidupan baru.
Singkat cerita, Si Fulan telah mempunya seorang istri dan di karuniai 3 orang anak. Anaknya ini bernama "Hatben", "Anis" dan "Amshol". Tetapi si Fulan memperlakukan Amshol berbeda dari yg lain. Apabila si Amshol meminta uang jajan 10.000, Fulan hanya memberi 5000. Tetapi apabila Hatben dan Anis yg meminta, selalu di beri lebih. Si Fulan hanya memanjakan Hatben dan Anis.
Waktu mulai berjalan, hingga tiba saatnya panggilan sang Raja menghampiri si Fulan. Tidak dikurangi atau di lebihi waktunya. Perjanjian adalah perjanjian. Dengan wajah murung dan penuh penyesalan. Kenapa saat dia merantau tidak mempergunakan waktu dengan sebaik2nya. Bercocok tanam atau apalah untuk bekal nanti ketika menghadap sang raja. Si Fulan binggung harus membawa apa dia untuk menghadap sang raja. Seketika terlintas di benaknya, mungkin Hatben dan Anis mau ikut dengan ku. Sebab dulu selalu aku manjakan. Saat di tanya kepada Hatben dan Anis, ternyata keduanya tidak bisa ikut sampai ke sang raja. Keduanya hanya bisa mengantarkannya sampai kepelabuhan. Tak punya pilihan, di tanya lah ke pada Amshol yg dulu iia perlakukan se adanya. Alangkah kagetnya si Fulan ketika mendengar jawaban Amshol. Amshol berkata "Aku akan menemani ayah sampai mengadap ke sang Raja."
Akhirnya mereka berangkat berdua menuju sang Raja.
Didalam cerita ini, saya mengumpakan Allah itu adalah si Sang Raja. Dan kita sebagai manusia adalah rakyatnya. Di dalam cerita ini rakyat(manusia) membuat perjanjian** kepada sang Raja(Allah). Penjanjian yang berisi berapa lama di rantau. Ini di maksudkan, di rantau ini adalah berapa lama hidup didunia.
Dan kita ambil perwakilan dari rakyat ya itu Si Fulan. Terombang ambil di lautan selama 9 bulan bermaksud kita berapa di dalam perut ibu yg gelap gulita. Stelah 9 bulan terombang ambing Si Fulan terdampar di pulau bermakna setelah 9 bulan berada di perut ibu akhirnya kita terdampar.lahir di dunia. Memulai kehidupan yang baru, di tempat yang baru.
Hatben, Anis dan Amshol adalah singkatan. Hatben=Harta Benda. Anis=Anak Istri. Dan Amshol=Amal Sholeh.
Disini di gambarkan si fulan selalu memanjakan Hatben dan Anis dan mengabaikan Amshol. Kita terkadang terlalu sibuk dengan urusan dunia dan lupa akan akhirat. Kita selalu memperkaya diri dengan harta, sibuk dengan anak istri. Sampai lupa dengan Amal sholeh.
Sampai akhirnya datang panggilan Raja(Allah). Panggilan ini tidak di percepat atau di tunda. Jika sudah saatnya tidak ada toleransi lagi.
Dicerita di atas di gambarkan bahwa Hatben dan Anis hanya bisa mengantarkan samapi pelabuhan. Pelabuhan disini adalah sampai liang lahat/ kuburan. Tetapi Amshol rela ikut sampai menghadap sang raja.
Ingat sesunggunya harta benda, anak serta istri kita tidak akan di bawa sampai mati. Apa yang di bawa sampai mati???? Salah 1 nya adalah Amal Sholeh
Ingat sesunggunya harta benda, anak serta istri kita tidak akan di bawa sampai mati. Apa yang di bawa sampai mati???? Salah 1 nya adalah Amal Sholeh
Semoga dari kisah di atas membawa hikmah dan pembelajaran kepada pembaca. Wassalamu 'alaikum
Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar