Wali Kota Surabaya Tri
Rismaharini membubarkan acara bagi-bagi es krim gratis
di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (11/5). Risma geram karena pembagian es krim
itu tidak beraturan sehingga merusak banyak tanaman di Taman Bungkul.
Bahkan, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu
mengancam akan melaporkan perusahaan es krim penyelenggara acara tersebut ke
polisi dengan tuduhan perusakan.
"Ibu Wali Kota sempat marah dan mendatangi panitia di
lokasi acara, lalu memerintahkan Dinas Pertamanan untuk membubarkan acara
itu," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser, saat
dikonfirmasi.
Tidak hanya itu, Pemkot Surabaya melalui bagian hukum saat ini masih mengkaji untuk mempersiapkan gugatan kepada
penyelenggara acara secara perdata maupun pidana.
"Taman Bungkul itu dibangun dengan susah payah agar
menjadi tempat rekreasi warga kota, kok dirusak dengan acara bagi-bagi produk
es krim," terangnya.
Fikser juga menegaskan bahwa acara bagi-bagi es krim merek
Wall's oleh PT Unilever Indonesia itu tanpa izin
dari Pemkot Surabaya. "Kami tidak merasa mengeluarkan izin untuk acara
bagi-bagi es krim di Taman Bungkul," tambahnya.
Informasi yang dihimpun, acara tersebut sempat mengganggu
arus lalu lintas di kawasan Jalan Darmo Surabaya karena banyaknya warga yang
mengantre dan berebut es krim gratis.
Dengan kata lain
keindahan taman bungkul sudah dirusak oleh warga warga yang tidak bertanggung
jawab.
Apa
hubungannya berita terkait dengan keindahan ?
untuk mengetahui apa
hubungannya, kita harus mengetahui apa sih itu keindahan ?
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat,
objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna,
atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar
atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi,
psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah
entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan
dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya. Pengalaman “keindahan”
sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan
alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional.
Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in
the eye of the beholder atau “keindahan itu berada pada mata yang
melihatnya. Jika keindahan itu sudah tidak ada. Apalah artinya sebuah taman.
Jika ingin keindahan itu tetap ada mari kita jaga taman kota, kita rawat
sehingga keindahan itu tetap terpancar dari taman tersebut.
Kata benda Yunani
klasik untuk “keindahan ” adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk
“indah” itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu
ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora,
yang berarti “jam.” Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan
dengan “berada di jam (waktu) yang sepatutnya.
Sebuah buah yang matang
(pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk
tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak
akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna,
termasuk “muda” dan “usia matang.
Dalam hukum keindahan,
keindahan itu sendiri relative sifatnya,berubah-ubah, dan selalu disesuaikan
atau dihentikan penilaiannya oleh dan dengan selera pengagum keindahan
tersebut. Menurut si A, sesuai lukisan itu indah, namun si B, mengatakan
lukisan itu tidak indah. Sejauhmana perbedaan pengamatan jurus pandang antara
si A dan si B terhadap suatu lukisan? Jawabanya ditentukan oleh selera
masing-masing. Bahasa tentang pengertian keindahan terkait erat dengan
visualitas dan perasaan. Dalam hal ini terdapat semacam gerak bersamaan
secara refles antara pandangan dan penglihatan dengan perasaan.
Misalnya,sesuatu lukisan itu indah.begitu mata melihat lukisan itu, otomatis
perasaan pun turung terlibat spontan menyatakan indah.
Laurence M. gould
mengutip pendapatnya coleritge dalam wukmir dan gopinatha (1981;43) sebagai
berikut; ‘’keindahan adalah kesatuan dan keanekaan’’.jika melihat adalah
kasatuan, maka mungkin yang dimaksud adalah pengamatan,perasaan,pemikiran, dan
penginderaan pandangan serta sasaran tujuan, kepada obye yang dikatakan indah.
Selanjutnya keanekaan keindahan, mungkin juga yang dimaksud adalah berbagai
macam bentuk keindahan yang tercakup di dalam sejumlah obyek yang dikatakan
indah. Dalam pengertian structural pada garis besarnya keindahan terdiri dari
keindahan alami dan keindahan non alami. Keindahan alami adalah keindahan.
Diluar campur tangan manusia, misalnya keindahan sang surya menjelangsenja
terbenam di ufuk barat, indahnya kemilau air laut tersentuh cahaya bulan
purnama di malam hari, kemilau titi-titik embun dipagi hari dan seterusnya.
Campur tangan manusia
terhadap keindahan alami dimungkinkan hanya terjelma dalam bentuk karya seni
(seni suara, seni music, seni tari, seni sastra, seni lukis, seni ukir, seni
pahat).karena keindahan alami adalah keindahan ciptaan maha pencipta,maka
kemampuan manusia terbatas pada mengagumi sempanjang ia masih mengakui
kebesaran dan keagungan maha cipta.
Keindahan alami tak
dapat dipoles karena esensi ;’’indah’’ terlatak didalam keindahan iti sendiri
bukan diluarnya.itulah sebabnya keindahan alami hanya terjangkau oleh kepekaan
rasa yang mendalam, tak dapat dirubah dan berubah, kecuali oleh sifat alaminya
sendiri. Misalnya dimalam hari langit yang cerah bertaburan bintang
gemerlap sangat indah. Tiba-tiba langit menjadi gelap, awam menebal pertanda
hujan lebat akan turun. Itulah salah satu kemuskilan dari kaindahan alami.
Keindahan non alami
adalahkeindahan yang mengada dengan sengaja karena campur tangan manusia. Dari
kaindahan alami ditransfer kadalam bentuk keindahan non alami melalui kemampuan
peniruan manusia. Dalam hal peniruan manusia itu, selalu didukung oleh kekuatan
imajinasi dan ispirasi, ketekunan, serta kemampuan daya serap sehingga
menghasilkan suatu karya yang dapat mengalihkan wujud keindahan alami ke dalam
kanvas (seni lukis),ritma-ritma dalam bentuk lagu (seni suara), susunan kata
puisi (seni sastra) dan sebagainya.
Walaupun tidak seasli
keindahan alami yang sebenarnya, namun kemampuan manusia (para seniman)
mentrasfer keindahan alami ke dalam berbagi wahana seni, hal itu telah
berupakan suatu reduplikasi kepuasan seni (the art of the reduplications
pleasures) di dalam menghargai dan mengagumi serta menghayati keindahan alami
sesuai aslinya.
Keindahan non alami
sebagai suatu fenomena, final estimasinya teresap di dalam hasil karya sebagai
reaksi dari meleburnya visi (pengamatan) dan penginderaan agar menghasilkan
kesesuaian yang terpadu atau kemiripan yang persis,antara keindahan alami
dengan keindahan non alami.
Di sisi lain, keindahan
non alami sifatnya tidak konstan, juga tidak mengandung keabadian, sehingga
melahirkan sejumlah aliran dalam arena seni misalnya futurism, dadaisme,
ekspresionisme, pluralisme, natularisme, country, blues, rock, slow rock, dan
sebagainya. Selain itu, keindahan non alami didominasi oleh pengkaryaan manusia
sehingga menempatkan obyek di dalam keindahan non alami dalam lingkup berbagai
dimensi bercorak sektasis spektakuler.
Hal ini yang
menyebabkan karya-karya seni corak serta motif lebih diwarnai sekaligus
ditentukan oleh dan bersumber dari hasil inspirasi imajinatif si pengkarya,
tanpa terikat oleh aturan-aturan yang sangat dipaksakan berasal dari kekuasaan
dan tirani, misalnya lukisan bercorak karikatul, puisi-puisi atau lagu-lagu
bertema dan bernada ironis, terkadang sarkasis. Inilah salah satu kemampuan
para seniman mentransfer keindahan alami ke dalam lingkup keindahan non alami.
keindahan dalam asrti yang
seluas-luasnya.
Keindahan itu tidak
bisa disamakan dengan materi tetapi keindahan itu adah kepuasan yang muncul
dari dalam hati dan sesuatu yang kita bayangkan karena kita ingin mencapainya,
butuh waktu untuk menimbulkan keindahan dalam diri, disaat ke indahan itu
muncul maka tercipatalah kedamaina dalam hati kita yang merasakan keindahan.
Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan
saja Disamping itu terdapat pula perbedaan menurnt luasnya pengertian, yakni :
- keindahan dalam arti yang luas
- keindahan dalam arti estetis murni
- keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti luas merupakan
pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula
kebaikan.
Dalam arti yang luas,
sebenarnya pengertian ini masih diambil dari bangsa yunani yang didalamnya
mencakup pula kebaikan. Menurut beberapa ahli antara lain :
- plato mengatakan bahwa watak yang indah adalah hokum yang indah;
- aristoteles mengatakan bahwa keondahan merupakan sesuatu yang selain baik juga menyenangkan;
- plotinus menuliskan dalam bukunya tentang ilmu yang indah dan kebijakan yang indah.
Dari beberapa ahli
tersebut, bangsa Yunani tetap mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu ilmu
dan ada yang indah dan akan terus berlangsung.bangsa yunani lebih berbicara
tentang arti keindahan dalam arti estetik yang disebut sebagai ‘symmetria”
untuk keindahan yang berdasarkan penglihatan semata dan harmonia untuk
keindahan yang berdasarkan pendengaran. Keindahan yang seluas-luasnya meliputi
:
Keindahan alam, Keindahan
alam adalah keindahan yang sudah ada di alam sekitar kita. Keindahan yang ada
bisa dinikmati oleh penglihatan kita.
Keindahan moral, Keindahan
moral adalah keindahan yang tercipta dari tingkah laku dan perilaku kita
sehari-hari.
Keindahan seni, Keindahan
seni adalah keindahan yang tercipta dari hasil karya seseorang tehadap seni.
Seni sering sekali menjadi penghubung keindahan agar bisa dinikmati oleh
pengamat objeknya. Seseorang paling dominan menikmati keindahan itu lewat seni.
Keindahan intelektual, keindahan
intelektual adalah pemikiran yang indah berdasarkan ilmu pengetahuan. Tulisan
ini bukanlah mencari pengertian mengenai kata keindahan intelektual.
Keindahan ini lah yang
mencakup semua nilai keindahan yang pada dasarnya mempunyai nilai tersendiri ,
dengan cara pandang yang berbeda pada setiap manusia. Keindahan tersusun dari
berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan
kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan
hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan
si pengamat.
Manusia menikmati
keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan
biasanya bersipat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak
terbatas pada dua bidang tersebut keindahan tersebut pada dasarnya adalah
alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar